24 Agustus 2016 14:14:59
Ditulis oleh admin

Data Desa

2  Demografi

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2015, jumlah penduduk Desa Margosuko adalah terdiri dari 663 KK, dengan jumlah total  2381 jiwa, dengan rincian 1168 laki-laki dan 1213 perempuanseabagaimana tertera dalam Tabel 4. 

 

Tabel 4

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

No

Usia

Laki-laki

perempuan

Jumlah

Prosentase

1

0-4

80

80

156 orang

6,5 %

2

5-9

73

72

186 orang

5,7 %

3

10-14

74

74

198 orang

10,5 %

4

15-19

75

77

237 orang

10 %

5

20-24

91

92

218 orang

6,6 %

6

25-29

96

91

195 orang

6 %

7

30-34

115

118

247 orang

3,7 %

8

35-39

163

154

270 orang

4,9 %

9

40-44

90

105

206 orang

4,8 %

10

45-49

93

93

250 orang

7,1 %

11

50-54

94

95

232 orang

11,2 %

12

55-58

58

67

169 orang

4,1 %

13

>59

118

119

67 orang

17,9 %

   Jumlah Total

1168

1213

2381orang

100,00%

   Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Margosuko1.858 atau hampir 62%. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.

Tingkat kemiskinan di Desa Margosuko termasuk tinggi. Dari jumlah 932 KK di atas, sejumlah 449 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 248 KK tercatat Keluarga Sejahtera I; 149 KK  tercatat Keluarga Sejahtera II; 91 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; tidak ada KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 26% KK Desa Ngampelrejo adalah keluarga miskin.

 

Secara geografis Desa Margosuko terletak pada posisi 7020 Lintang Selatan dan 1115-11213 Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 56 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Tuban tahun .2004, selama tahun 2004 curah hujan di Desa Ngampelrejo rata-rata mencapai 1830mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan September hingga mencapai 1900 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 71 – 80 hari

Secara administratif, Desa Margosuko terletak di wilayah Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Margosuko Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Sidomulyo, sedangkan di sisi timur berbatasan dengan desa Cingklung Kecamatan Bancar

Jarak tempuh Desa Margosuko ke ibu kota kecamatan adalah 2 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 30 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.     

 

2.1.2.1Pendidikan

 

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM(Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.

Prosentase tingkat pendidikan Desa Margosuko dapat dilihat pada Tabel 5

 

 

 

Tabel 5

Tamatan Sekolah Masyarakat

 

No

Keterangan

Jumlah

Prosentase

1

Buta Huruf Usia 10 tahun ke atas

58

0

2

Usia Pra-Sekolah

284

9,1%

3

Tidak Tamat SD

762

23,5%

4

Tamat Sekolah SD

1675

51,8%

5

Tamat Sekolah SMP

289

8,9%

6

Tamat Sekolah SMA

142

4,3%

7

Tamat Sekolah PT/ Akademi

19

0,5%

       Jumlah Total

3229

100%

Dari di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Margosuko hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.

Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Margosuko tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Margosuko baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 6 tahun (SD), sementara untuk pendidikan tingkat pertama danmenengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.

Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Margosuko yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di DesaMargosuko Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkemban

 

  • Kesehatan

Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan.Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  Desa Margosuko secara umum.

Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup tinggi jumlahnya. Tercatat penderita bibir sumbing berjumlah 5 orang, tuna wicara 4 orang, tuna rungu 6 orang, tuna netra 2.orang, dan lumpuh 0 orang. Data ini menunjukkan masih rendahnya kualitas hidup sehat di Desa Margosuko

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB.Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2010 di DesaMargosuko berjumlah 269 pasangan usuia subur.Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan dengan Polio dan DPT-1 berjumlah 48 bayi. Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa sebuah Puskesmas, dan Polindes di Desa Margosuko Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif lengkap ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir. Dari 52 kasus bayi lahir pada tahun 2010, hanya 1 bayi yang tidak tertolong.

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 254 balita di tahun 2010, masih terdapat 4 balita bergizi buruk, 34 balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Margosuko ke depan lebih baik.   

 

2.1.3 Keadaan Sosial

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Margosuko, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Khusus untuk pemilihan kepala desa Margosuko, sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut  pulung –dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.

Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan desa Margosuko pada tahun 2007. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 95%. Tercatat ada dua kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Margosuko seperti acara perayaan desa.

Pada bulan Julu dan September, 2008 ini masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur putaran I dan II secara langsung. Walaupun tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hampir 80�ftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah proggres demokrasi yang cukup signifikan di desa Margosuko.

Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.

Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Margosuko mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.

Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Margosuko mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Margosuko kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

Berkaitan dengan letaknya yang berada diperbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah suasana budaya masyarakat Jawa sangat terasa di Desa Margosuko Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.

Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Margosuko Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Margosuko Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.

Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Margosuko Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.

 

2.1.4 Keadaan Ekonomi

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Margosuko Rp. 500.000 Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Margosuko dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 741 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 44 orang, yang bekerja di sektor industri 87 orang, dan bekerja di sektor lain-lain 106 orang. Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 1008 orang.Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.

 

 

Tabel 6

Mata Pencaharian dan Jumlahnya

 

No

Mata Pencaharian

Jumlah

Prosentase

1

Pertanian

741

54,20.%

2

Jasa/ Perdagangan

1. Jasa Pemerintahan

2. Jasa Perdagangan 

3. Jasa Angkutan

4. Jasa Ketrampilan

5. Jasa lainnya

 

117

137

5

9

242

 

8,56 %

10,02 %

0,36 %

0,65 %

17,70 %

3

 Sektor Industri

10

0,73%

4

Sektor lain

106

7,75%

Jumlah

1367

100 %

 

Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Margosuko masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 134 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 3799.orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Margosuko.


Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus